Pemuda Beraksi! KKN 50 UNS Gelar Pelatihan Kewirausahaan di Dusun Sumber, Girisuko, Bantu Rancang Bi

Indah 27 Agustus 2025 10:29:28 WIB

Girisuko  (SIDA)– Antusiasme para pemuda di Dusun Sumber, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, begitu terasa saat Tim KKN 50 Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar Pelatihan Kewirausahaan pada Selasa (29/7/2025) dan Senin (11/8/2025). Kegiatan ini menjadi langkah nyata untuk membekali generasi muda dengan keterampilan menyusun model bisnis sederhana sebagai pondasi memulai bisnis dari nol. KKN 50 UNS sengaja merancang kegiatan dalam format dua kali pertemuan, agar peserta benar-benar memahami materi sekaligus memiliki waktu untuk mengembangkan ide bisnis.

KKN 50 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengadakan Pelatihan Kewirausahaan Business Model Canvas (BMC) yang berlangsung dalam dua kali pertemuan. Kegiatan ini ditujukan khusus untuk para pemuda Dusun Sumber, Kalurahan Girisuko, Kapanewon Panggang, Gunungkidul, sebagai upaya mendorong mereka mengubah ide bisnis menjadi kenyataan. Business Model Canvas dipilih sebagai materi utama karena dinilai memudahkan para pemula, khususnya generasi muda, dalam merancang strategi bisnis yang jelas, praktis, dan terarah untuk masa depan. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengenali potensi, mengelola ide, dan menyusun rencana usaha yang berkelanjutan.

Pertemuan pertama, Selasa (29/7/2025) difokuskan pada penyampaian materi tentang sembilan elemen dalam Business Model Canvas. Pemateri, Mufidah Isnaini memberikan penjelasan lengkap, mulai dari customer segments (segmen pelanggan), value proposition (proposisi nilai), channels (saluran), customer relationships (hubungan pelanggan), revenue streams (aliran pendapatan), key resources (sumber daya kunci), key activities (aktivitas kunci), key partnerships (kemitraan kunci), dan cost structure (struktur biaya). Guna memudahkan pemahaman, setiap elemen disertai contoh nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari peserta. Akhir pertemuan pertama, peserta dibagi menjadi tiga kelompok beranggotakan 10–11 orang. Masing-masing kelompok diberikan waktu satu minggu enam hari untuk mengembangkan ide bisnis mereka dengan menggunakan sembilan elemen BMC. Ide yang telah disusun nantinya akan dipresentasikan pada pertemuan kedua

Senin (11/8/2025) menjadi puncak kegiatan, di mana setiap kelompok memaparkan hasil ide bisnisnya. Kelompok 1 mempresentasikan konsep bisnis Frisol Buah, sebuah inovasi risol isi buah-buahan. Kelompok 2 mengajukan ide Manisan Kulit Semangka, produk olahan unik yang memanfaatkan limbah kulit buah Semangka menjadi camilan bernilai jual. Sementara itu, kelompok 3 menawarkan konsep Penjualan Laptop dan Aksesoris, menyasar kebutuhan teknologi di kalangan pelajar dan pekerja.

Selama sesi presentasi, suasana berlangsung antusias. Setiap kelompok memaparkan ide mereka secara runtut, mulai dari target pasar hingga strategi promosi. Kreativitas dan inovasi peserta terlihat jelas dari cara mereka mengombinasikan potensi lokal dengan peluang pasar. Fasilitator dari KKN 50 UNS memberikan masukan dan apresiasi untuk setiap kelompok. Mereka menekankan pentingnya riset pasar, pengelolaan modal, dan adaptasi terhadap tren digital sebagai faktor keberhasilan usaha

Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri pemuda Dusun Sumber untuk memulai usaha. Ide-ide yang muncul diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi bisnis nyata yang berkontribusi pada perekonomian Kalurahan. Dengan selesainya pelatihan, para pemuda kini memiliki bekal pengetahuan, keterampilan, dan motivasi untuk melangkah ke dunia wirausaha. KKN 50 UNS pun berharap kegiatan ini menjadi titik awal lahirnya pengusaha muda kreatif di Dusun Sumber.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

APBDesa Girisuko

Open Data for Gender

Open Data APBD