Wujudkan Pertanian Sehat, KKN UNS Bersama BPP Ajak Petani Girisuko Beralih ke Pupuk Organik

Indah 26 Agustus 2025 09:46:03 WIB

Girisuko (SIDA) - Tanah subur, hasil panen melimpah, dan lingkungan tetap lestari—itulah yang menjadi tujuan kegiatan penyuluhan yang digelar oleh mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di Kalurahan Girisuko, Kapanewon  Panggang, Kabupaten Gunungkidul, pada Senin, 21 Juli lalu. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret Surakarta yang tergabung dalam kelompok KKN 50 bersama dengan BPP mengadakan sebuah penyuluhan terkait dengan penggunaan pupuk organik. Kegiatan yang bertajuk “Penyuluhan Pupuk Organik bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP)” ini turut mengundang beberapa perwakilan dari kelompok tani Kalurahan Girisuko.

Penyuluhan ini bertujuan meningkatkan kesadaran para petani mengenai dampak jangka panjang penggunaan pupuk kimia yang berlebihan, baik terhadap kesuburan tanah maupun keseimbangan ekosistem. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan keunggulan pupuk organik sebagai alternatif yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga ekonomis, karena bahan-bahannya dapat diperoleh dengan mudah. Materi utama dalam kegiatan ini disampaikan oleh perwakilan BPP, Ibu Anita Nur Aini, A. Md. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara mendalam mengenai pupuk organik, mencakup manfaat, kelebihan dan kekurangannya, serta jenis-jenis pupuk organik.

Tidak hanya pemaparan materi, peserta juga mengikuti Demplot (demonstration plot) pembuatan pupuk organik secara langsung dengan memanfaatkan kotoran ternak sebagai bahan utama, serta bahan tambahan seperti serbuk gergaji, abu dapur, air, dan Beka untuk proses fermentasi. Kegiatan demplot ini dipandu oleh perwakilan BPP, Bapak Hendra Yuni Fitriantoko, A. Md, yang dilaksanakan di halaman Balai Kelurahan Girisuko dan kandang warga. Hal ini bertujuan agar perwakilan kelompok tani yang hadir dapat mempraktikkan pembuatan pupuk secara mandiri. Selama proses berlangsung, mahasiswa KKN UNS juga turut mendampingi petani guna memastikan setiap tahapan pembuatan pupuk organik dipahami dengan benar.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para petani yang hadir. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi demplot berjalan. Beberapa petani mengaku termotivasi untuk mencoba metode ini karena dinilai lebih hemat biaya, mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia, dan ramah lingkungan. Sebagian peserta bahkan menyatakan minat untuk segera mempraktikkan pembuatan pupuk organik di lahan mereka.

Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan para petani Girisuko mampu bertransformasi menuju praktik pertanian ramah lingkungan. Penerapan pupuk organik tidak hanya menjaga kesuburan tanah, tetapi juga meningkatkan kualitas hasil panen serta mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang kian mahal dan sulit diperoleh. Langkah ini menjadi upaya nyata untuk membangun sistem pertanian yang berkelanjutan dan selaras dengan kelestarian lingkungan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 

Pencarian

Komentar Terkini

Media Sosial

FacebookTwitterYoutubeInstagram

Statistik Kunjungan

Hari ini
Kemarin
Pengunjung

APBDesa Girisuko

Open Data for Gender

Open Data APBD